Showing posts with label Random Journey. Show all posts
Showing posts with label Random Journey. Show all posts

Monday, November 21, 2016

Rekomendasi Hotel dan Hostel Favorit di Singapore

Akhir-akhir ini frekuensi gue main ke negera tetangga lagi lumayan sering. Beberapa memang karena kerjaan, dan sisanya main-main. Di umur gue yang sudah 25 tahun ini, baru di umur 23 tahun kemarin akhirnya gue diijinin buat solo traveling (itupun setelah melalui panjangnya birokrasi sebagai anak tunggal). 

Nah, buat kalian remaja belia yang mau coba solo traveling alias jalan-jalan seorang diri, bisa dicoba ke negera yang deket-deket dulu kaya Singapore. Alasannya karena di sana apa-apa cenderung gampang dan aman banget.

Sekarang gue akan bagi pengalaman untuk memilih tempat penginapan yang pewe ngga pake gaskin. Seperti yang pernah gue tulis di blog post sebelumnya, cari penginapan di Singapore itu tricky dengan berbagai faktor. Kalo gue pribadi, selain faktor budget, hal-hal kaya kebersihan kamar, kondisi hotel, atmosfir lingkungannya, deket ngga sama makanan, dan jarak transportasi umum jadi bahan pertimbangan utama. (Iya emang ribet bocahnya)

Postingan ini akan gue bagi jadi 2 tipe:
Hotel untuk kalian yang punya budget lebih, dan 
Hostel untuk tipe penginapan hemat.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hard Rock Hotel 

Source: The Smart Local Website






Hard Rock Hotel terletak di pulau Sentosa, Singapore. Emang cenderung jauh mau ke mana-mana, tapi dari segi fasilitas seperti kolam renang, dll emang juara banget. Cocok buat kalian yang butuh leisure hotel dengan budget sekitar Rp 3.000.000,- sampai Rp 5.000.000,- per-malam. Waktu itu gue menginap di sini memang karena ada urusan kerja, jadi cuma lihat kolam renangnya doang dan belum sempet nyemplung di situ. What I don't really like, adalah suasana hotel yang cenderung gelap nan remang-remang. IH asli ya, kaya tempat plus-plus. Lagian kenapa sihhhh ngga bisa diterangin aja, Tel? (Maksudnya manggil hotel).




Hotel Boss

Source: Website Tripadvisor


Source: Website Expedia


Pas pertama denger hotel ini reaksi gue "Hah? Namanya Boss banget nih?", but in the end this hotel is my favorite all the time. Untuk hotel bintang 4, harga dan apa yang didapat sangat amat reasonable, sekitar Rp 900.000,- pas low season, sampe Rp 1.600.000,- waktu high season. Lokasinya di daerah Laveder, dan kalo mau bandingin Hotel Boss sama hotel-hotel bintang 4 lainnya, BEUH, harga hotel lain bisa jaaaaaauh lebih tinggi tapi dengan kondisi hotel yang ngga lebih baik. Nyebelin kan?

Lobi Hotell Boss ini mewah, standar kebersihannya tinggi, dekorasi juga luxury minimalist, kolam renang ada di lantai 7 atau berapa gitu gue lupa dan view-nya amazing! Jangan lupa juga, perkamar dikasih wifi gratis dan smart-TV yang bisa dipakai untuk internetan juga. (Yep, wifi disediakan 1 di setiap kamar). Kekurangannya, cuma ukuran kamar dan kamar mandi yang cenderung kecil, I mean.. bener-bener kecil. Dan juga dinding yang tidak kedap suara. 

Sedikit tips, untuk mengakali resiko bising, bisa request saat check-in ke receptionist untuk minta kamar yang tidak banyak penghuninya di lantai yang sama, biar nanti suasana di kamar jadi lebih hening. Sisanya, hotel ini paket lengkap! Untuk yang muslim, di sebelah hotel persis ada masjid, dan untuk mini market, food court, dan MRT semuanya ada dan jaraknya deket banget dari hotel.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bunc@Radius Clarke Quay


Source: Website Hotels

Source: Website Asia Web Direct

Hostel nomer 1 favorit gue di Singapore! Suka banget sama tempat ini, selain lokasinya deket sama MRT, gue ngerasa cocok sama lingkungan Clarke Quay yang selalu rame sampe malem. Meskipun area ini terkenal dengan bar atau club-nya, tapi gue ngga terlalu tertarik bahkan ngga pernah main ke tempat-tempat tersebut, gue lebih sering nongkrong di pinggir sungai Clarke Quay waktu matahari terbenam sambil ngemil-ngemil lucu (Okay this sounds so alay but I promise I am not. HAHA). Enak aja rasanya liat air jernih and all the lights and music, semuanya riuh. 

Bunc@Radius juga deket sama tempat makanan India enak kesukaan gue, namanya Teh Tarik Time dan buka sampe 24 jam. Di deket hostel itu juga ada mall kalo kalian pingin Starbucks, atau Subway. Pokoknya lengkap, deh. 

Hostelnya sendiri.. well, ada plus dan minus-nya. Yang gue suka adalah toilet mereka yang ditata modern dan bersih, kamarnya tenang dan dipasang CCTV, privasi juga terjaga karena dipasang tirai per-kasur dan di dalem kasurnya juga lumayan luas buat duduk jadi kepala ngga bakal kepentok. Dan di sebelah kasur tersedia space kaya meja gitu buat naruh segala makeup aksesoris gue yang bertumpuk.

Minus yang bikin gue lumayan sebel adalah kondisi dinding di beberapa area yang suka timbul jamur gitu. Kayanya gara-gara lembab atau gimana deh kurang ngerti, cuma kan jadinya iyuuuuh. Bisa diakalin dengan minta pindah kalo kalian dapet kasur dengan 'pemandangan' kaya gitu. Hal lain yang bikin minus adalah staff-staff-nya yang ngga ramah. Galak sih engga, ya. Cuma kaya seperlunya aja gitu ngomong sama pelanggan. Yaudah lah ye~ 




Adamson Lodge Hostel 

Source: Website SG Hotels

Source: Website Expedia
Hostel ini adalah tempat yang gue booking last minute karena dadakan. Googling-googling ternyata ratingnya bagus, pas gue dateng juga wawww bersih sekali. Owner-nya juga superrrr friendly menjelaskan segala hal dengan rinci. Dan harganya, man.. murah banget! Rp 150.000.000,- doang saja only per-malem. Heran gue dengan standar kebersihan dan tempat nyaman kaya gitu apa ngga rugi, ya?

Anyway, kekurangannya cuma soal lingkungan yang gue kurang cocok. Ada aroma-aroma strong kaya bau rempah-rempahan gitu setiap keluar hostel. Bukan salah Hostelnya sih, (dan bahkan bukan salah siapa-siapa juga) cuma ini selera pribadi gue aja kali, ya. Dan hal personal lainnya yang gue ngga cocok adalah.. di kasurnya ngga ada tirai. HAHAHA. Kaya parno pas tidur diliatin orang karena gue kalo tidur suka ngileran, nganga, ngorok, bahkan ngigo dan sleep walking (waktu kecil gue pernah tidur sambil jalan dan ngebuka paksa pintu kamar yang dikunci. Akhirnya nyokap bimbing gue jalan balik ke kasur dan gue tidur lagi kaya ngga ada apa-apa. Weirdo.)  


YAK! OKE! Sekian tips dari gue, semoga bermanfaat sebagai panduan asik buat kalian yang mau jalan-jalan ke Sinjepoh. Jangan lupa like, subscribe, dan comment di bawah ini. (EH SALAH BUKAN YUCUB)

Tuesday, November 8, 2016

Halloween di Singapore (Selalu) Seru! + HHN Tips

Kalau gue bisa jujur, Oktober adalah salah satu bulan favorit gue. Alasannya sesederhana 'Halloween'! Emang, sih, di Indonesia Halloween belum semeriah di negara-negara lain, tapi semakin jalannya tahun, Halloween semakin jadi tema seru di Jakarta (dan mungkin di beberapa kota lain). Nah, sekarang gue akan cerita pengalaman gue waktu ke acara Halloween Horror Nights di Singapore.

'Halloween Horror Nights' (HHN) adalah acara tetap setiap bulan Oktober di semua Universal Studio seluruh dunia, dan tahun ini adalah kali keenam diadakan di Universal Studio Singapore (USS). Tau sendiri, kan, Universal Studio yang punya kesan ceria dan menyenangkan, tapi waktu malem diubah sama mereka jadi tempat horror yang surem, serem, dan bikin stress.#WantToCry Dan berhubung yang paling deket sama Indonesia adalah Singapore, jadilah gue melipir ke sana.

Harga tiket masuk sekitar Rp. 500.000 sampai Rp. 680.000, itu sudah termasuk harga masuk semua wahana hantu dan wahanan mainan USS yang beberapa masih buka seperti Roller Coaster, Transformers, dll. Soal harga juga tergantung kalian pilih hari apa, dan beli tiket di mana (gue waktu itu ngga beli tiketnya di official website RWSentosa / USS, karena at that time gue search ada website travel internasional yang jual dengan harga lebih murah dan terpercaya. Inget ya, jangan beli ngasal di website/ travel agent ngga jelas)

For your information, gue udah kepinginnnn banget ke acara ini sejak lama. Dulu yang pertama sekitar Oktober 2015 sudah ada niat, tapi karena temen gue ada halangan buat nemenin, jadinya gue cuma ke Halloween di daerah Clarke Quay, Singapore. Seru juga, sih. Banyak orang seliweran niat banget pake kostum aneh-aneh. Biar lebih jelas, coba klik soal cerita gue waktu itu di sini.

Nah, untuk tahun ini gue udah 'dendam' banget, rasanya kaya ngidam harus ke Halloween Horror Nights, ada atau tanpa temen yang nemenin. Dimulai dari pesen tiket pesawat, pesen tiket HHN,  dan berangkatlah gue ke Singapore. #NGEENNGGG #CeritanyaSuaraPesawat



Landing in Singapore, My Gosh I feel so much cool with this. (Yang masih ngga paham, ini maksudnya sarkas)


HHN diadain hanya pada malam hari, dan di hari-hari tertentu, mostly sih weekend, ya. Kamis sampai Minggu (tahun lalu sih Jumat sampe Minggu aja) dari jam 7.30 PM sampai sekitar tengah malem atau lebih. Karena gossipnya HHN ini selalu rame (pake banget, pake mentok) dan antri per-wahana rumah hantu bisa sampe 2 jam (Gila, antri doang bisa lebih horror dari setannya). Mereka juga jual tiket Express Pass, tiket ini dibeli tambahan dari tiket biasa yang gue jelasin di atas, tujuannya biar pengunjung bisa langsung masuk ngga pake antri, tapi harganya, bok, buat gue ngga masuk akal. Kalo hari biasa sih sekitar Rp. 500.000,- dan masih ngga papa buat gue, tapi kalo hari Sabtu gitu harganya bisa naik sampe RP. 1.000.000,-. YANG. BENER. AJA. YA. SYOB. Setelah ini gue akan kasih beberapa tips dan trik kalo tahun depan kalian berencana ke acara ini.


Selfie di (ngga terlalu) depan bola Universal Studio #IyaPasaran #AkuTauAkuPaham

Antrian HHN 6, padahal masih sore

Oke, saatnya review jujur soal acara HHN 6 Singapore. ARE. YOU. KIDDING? Keren banget, sob. Parah. Semua aspek yang mendukung sebuah acara tinggal sebut. Lighting? Sound? Aktor-aktris yang berperan jadi dedemit? Properti? Make up? Semua ngga ada cacat. Semua kualitas internasional, digarap serius CUMA buat nakut-nakutin kita para pengunjung. Di HHN 6 ada 5 wahana rumah hantu, dan 2 tempat Scare Zone yang di dalamnya kita bisa foto-foto sama semua setan yang ada.

Nama wahana hantunya tiap tahun ganti-ganti, ini gue jelasin singkat sesuai dengan level seremnya:

  1. Old Changi Hospital - Ceritanya soal rumah sakit berhantu. Pas masuk, BENERAN KAYA RUMAH SAKIT SUREM. Wah, gila sih.. ngga cuma pake triplek sama cat merah doang biar keliatan kaya darah. Segala ditaruh kasur-bangsal gitu, BANYAK PULA. Juga tempat kaya ruang mayat juga, MASALAHNYA LO GATAU DALEMNYA BONEKA APA ORANG YANG DIBAYAR BIAR LO JANTUNGAN. #AkuMenangis #TanpaHenti Gue inget, pas masuk sempet lihat kaya tentara-tentara Jepang gitu yang akting di antara mayat-mayat tentara yang lain. Men... ganteng banget. Pas gue cengin, EH GUE DIBENTAK. Kezel rasanya.
  2. Hu Li's Inn - Semacam tempat prostitusi Cina, ceweknya cantik-cantik banget, tapi mereka sebenernya adalah jelmaan rubah atau setan apa gitu, jadi setiap pria yang masuk bakal mati dan dimakan sama cewek-cewek tersebut. Pas masuk kayanya fun, lagu Cina diputer meskipun auranya ngga enak. Tapi jujur.. gue ngga inget banyak di dalem ada apa aja karena terlalu serem, sampe gue sering merem dan lutut gue gemeteran. #Sigh #Lyfe 
  3. Bodies of Work - Seniman ganteng, namanya Damien, dia dan keluarga hidup bahagia sampe akhirnya sekeluarga mati kebakaran dan cuma dia yang selamat, itupun wajah dia hancur separo dilalap si jago merah. Lalu untuk mengenang keluarganya yang meninggal, dia menggelar galeri seni yang keren. Tapi anehnya, yang masuk ke dalam galeri itu jarang pulang dengan selamat. Jadi waktu kita masuk ke wahana tersebut dengan konsep galeri, isi setannya adalah pengunjung lain yang ngga berhasil keluar dari tempat tersebut. Ada polisi yang matanya copot dan kepala ditusuk garpu, ada juga cewek yang meronta-ronta karena separo badannya udah ilang digiles pake mesin, dan lain-lain dan semuanya KEREN MAKSIMAL.. 
  4. Salem Witch House - Isinya rumah penyihir, sempet lihat ada 3 penyihir main game kaya Jelangkung, rambutnya uwet-uwetan, tangannya diangkat dan badan muter-muter kaya mau manggil setan. Dedemit di dalem situ punya style Eropa kebarat-baratan in a good way. Lumayan serem buat gue, lumayan bikin jerit-jerit! Dan yang ngga bisa gue cuekin adalah detail-detail properti yang bikin tempat ini makin wowwww. 
  5. Hawker Centre Massacre - Kalo di Singapore, Hawker Centre itu seperti food court tempat menjual makanan, suatu hari, semua yang makan di tempat itu keracunan dan jadi semacam monster. Ini satu-satunya wahana setan yang ngga gue masukin, alasannya adalah.. kurang tertarik (well, mungkin juga udah terlanjur stres sama 4 wahana sebelumnya. HAHA) 






Berikut beberapa tips dan trik yang bisa gue kasih berdasarkan pengalaman gue dateng ke HHN 6 Singapore:

Pilih tanggal (terutama hari) datang dengan matang. Karena banyak cerita orang yang datang ke acara tersebut pada hari Jumat, apalagi Sabtu, rata-rata bermasalah sama jumlah pengunjung yang super membludak. Hal ini akan berakibat pada lamanya durasi kalian antri wahana hantu. Males banget ngga sih kalian abisin waktu 2 jam cuma buat antri 1 wahana Rumah Hantu yang durasi di dalemnya cuma 10 menit-an? belum lagi jumlah wahananya ada banyak, sedangkan HHN tutup cuma sampe tengah malem? Trik gue: pilih hari yang besoknya orang masih kerja atau sekolah, kaya Kamis, atau Minggu. Trik ini berhasil banget di kasus gue. Gue pilih hari Kamis, dan voila! antri wahana gue paling lama cuma 10-15 menitan. Pssst, bahkan gue sempet stalking akun Twitter aktor yang jadi dedemit di acara itu, katanya kalo awal Oktober, entah kenapa pengunjung cenderung sepi. Tapi giliran akhir Oktober, JENG JENG.. Ramenya buset kaya mau demo turunin Gubernur DKI. 

Pake baju pewe, dingin semriwing, dan sepatu yang nyaman. Inget, Singapore ngga jauh-jauh amat sama Indonesia, jadi gerahnya 11-12, cuy. Dan juga yang cewek ngga usah takut diliatin karena berpakaian terlalu terbuka, karena warga Singapore ngga norak sama sekali. He. He. 

Bawa HP, powerbank, dan segala camera. Kalo lo perlu pinjem tetangga lo lagi powerbank biar di sana ngga kehabisan batere, lakuin. Jangan lupa yang bawa camera buat siapin batere cadangan. Rugi kalo tiket mahal-mahal terus ngga ada alat buat mengabadikan.

Bawa botol minum kosong dan beberapa snack santai. Kalo cemilan sih sifatnya tergantung setiap orang penting atau ngga. Cuma kalo botol minum kosong menurut gue wajib dibawa. Haus men lari-lari jerit-jerit selama beberapa jam. Botol kosong yang lo bawa tinggal diisi ulang di tap water di dalem USS nanti, karena kalo beli air mineral di dalem harganya $6 alias Rp. 60.000 dengan ukuran 600ml. Wow.. Emejing, bukan?

Isi perut kalian sebelum acara. Sampe kenyang ngga pake bego. Acaranya butuh fisik prima, dan kuat buat lari-larian dikejar setan, juga jalan jauh puter-puter USS. So, pastikan stamina kalian kuat, ya. Makan, ngga usah diet dan minum vitamin kalo perlu. 

Datang lebih awal! Ini gue wajibkan, jadi gerbang USS untuk HHN dibuka sekitar pukul 7 PM, nah, jam 5 sore kalian gue saranin udah ada di Pulau Sentosa. Jam 5.30 sore, kalian mendingan mulai pepet gerbang USS untuk antri. Keliatannya lama banget gitu ya buat antri, tapi perrrrrcaaaaayalah, ngga akan berasa sama sekali! Kalian bisa sambil foto-foto, update social media, dll. Malah waktu gue dateng ada kaya stan buat face painting tema halloween di depan tempat antrian HHN. Menyenangkannnnn!


Untuk lebih lengkapnya, cek video gue soal HHN 6 di Youtube. Jangan lupa untuk likes dan subscribe, yaaa! Kisses and hugs, Marsha Tiara.



Saturday, July 30, 2016

Short Vacay (feat. Oliver's Hostelry Review, etc)

Seriusssan deh, ah. Kita butuh liburan itu minimal 4 bulan sekali, kalo bisa 3 bulan, atau sebulan sekali dalam setahun. Apalagi, untuk kehidupan keras macem Jakarta ini ya (inget, ngga cuma mantan yang baru kamu putusin yang punya sifat 'keras'). Kalo ngga disempetin liburan, bisa crazy nanti you punya kepala. 

Gue pribadi mengusahakan untuk liburan jarak dekat, 4 kali dalam setahun alias 3 bulan sekali dalam setahun. Kalo jarak jauh, luar negeri misalkan, gue usahakan setahun sekali, dan itu pun sangat tergantung kondisi kemakmuran rekening bank gue. 

Dan barusan gue memutuskan untuk liburan ke Lembang, Bandung. Yeaaaaay~

Sesungguhnya oh sebenarnya, dokumentasi foto liburan kali ini agak failed karena: 
1. gue lebih sibuk wisata kuliner, dan 
2. dokumentasi lebih banyak ke video, buat gue latihan mau bikin short vlog yang akan gue upload di akun Instagram gue nantinya. (Eh, makanya dong coba follow Instagram gue: @marshatiara biar tau gimana hasilnya) 
(iya gue promo) 
(ngga usah protes)

Untuk hotel di Lembang, Bandung, gue cari kira-kira mana nih tempat yang asik, tapi punya harga oke. Googling-googling-googling, nemu deh beberapa hotel dengan dekorasi keren-khas-anak-muda (karena, asli, gue sesungguhnya kurang suka sama hotel-hotel yang punya tema oldies

Beberapa orang kasih saran nama hotel, kaya Stevie G, dan Cottonwood Bed & Breakfast yang sudah hits seliweran di Instagram dan Path temen-temen gue. Namun oh tetapi, hati ini jatuh pada pilihan hotel mungil dan kece Instagram-able bernama Oliver's Hostelry.













































Suasananya homey, dengan dekorasi minimalis sedikit vintage ala kekinian, bersih, dan tentunya nyaman. Tapi, ada beberapa hal yang menggangu gue; waktu gue ke sana mostly staf-staf mereka emang not that friendly. Terus, parkir mobil yang tepat di hotel mereka cuma untuk sekitar 5 mobil, sisanya akan di parkir di halaman kosong, meskipun posisi halamannya deket sama hotel, cuma emang dasarnya gue parnoan kali, ya. Makanya agak sering ngintip jendela just to make sure my car is okay. Oliver's Hostelry ini itunganya masuk ke jenis hotel bintang 2, makanya untuk harga juga itungannya terjangkau, waktu itu sekitar Rp. 350.000,- tanpa breakfast (Iya gokil mureh banget emang). 



Oh iya, satu lagi, waktu gue ke sana sekitar jam 10 pagi, they don't allow us to go early check-inEven jam 11 pagi atau 12 siang, jadi rules check-in harus banget jam 2 siang teng. I know itu adalah rules basic perhotelan, tapi biasanya hotel-hotel yang pernah gue kunjungi (dalam level berbagai bintang) pun lebih fleksibel soal jam check-in, secara gue dari Jakarta letih banget raga ini. Dan seringnya, gue diperbolehkan untuk masuk kamar lebih awal. Eh, di Oliver's Hostelry kagak boleh, lho (cukup tau aja, sih) (Bye) (Ciye ngambek) (Hotel apa gebetan, nih?) Jujur, gue lumayan kesel, sempet kepikiran "fine gue tidur di mobil sampe jam 2 siang", tapi setelah gue pikir-pikir, it's okay deh, gue bayar Rp. 200.000,- tambahan biar gue bisa early check-in. (padahal si mas-nya alesan kamar full booked jadi gue ngga bisa early check-in. Atuh, Kang, alesan klasik kan daku juga pernah nyemplung di PR hotel. Janganlah kau berbohong kaya pacar yang kegep selingkuh. Rasanya sakit tau ngga) 



Next, gue lanjut jalan-jalan setelah menerka kira-kira tempat asyique mana yang lagi hits di Bandung. 


Namanya Lereng Anteng Coffee Panoramic,

Tempat nongkrong ciamik buat merenungi kesalahan-kesalahan di masa muda. Anginnya adem, pemandangan juga wuih cantiknya Indonesia raya. Tapi, emang harga makanannya cenderung murah, jadi banyak ABG sekolahan yang (curiganya) (suudzonnya) cabut ke sana buat gaul dan foto lucuk ala-ala model Instagram. (Ih, gila Marsha Tiara kalo nyinyir suka nyakitin hati) (yaudah. Aku minta maaf, ya) (maafin aku) (aku emang selalu salah di mata kamu).

























Nah, again, dokumentasi yang ini lebih banyak gue bikin jadi video, makanya, jangan lupa follow Instagram gue @marshatiara yaaaa biar ngga ketinggalan short vlog perdana gue (iya, gue bold biar makin tertanam di hati dan pikiran kalian). Masa gue ketinggalan kekinian ih jangan sampe dong amit-amit, makanya tetep dukung aku, yaw, guys. (Maksa)

Saturday, March 12, 2016

Visiting S.E.A Aquarium Singapore (Bahasa)

Seperti biasa pembukaan kalimat di Blog gue akan gue mulai dengan permintan maaf atas jarangnya gue menulis di zona ini. Actually, I miss my Blog like hell. Kalo ditanya alasannya sih ngga usah deh ya, manusia kadang kebanyakan  alasan untuk ngga melakukan sesuatu, jadi ya let me just apologize. (Is it too late now to say sorry~) (Gelayutan di kaki Justin Bieber).

Oh mayyyynnn sejujurnya gue kangennnn banget nulis. Hahaha. When I start writting this, sebenernya gue lagi nyambi di Sushi Tei, dengan ngotot cari meja yang ada colokannya because you know.. Sushi Tei ain’t a place for colok-mencolok.

Jadi.. Where should I start?

Setelah beberapa minggu yang lalu dikejar deadline, dan finally deadline berakhir, (YEAH) nyokap dateng ke gue dengan ekspresi polosnya “Asik, invoice cair Singapore bisa nih”. Respon gue pada saat itu datar, sambil mikir iya juga ya gue udah lama ngga nyenengin doi, jadi yaaa it can be a good idea. I guess. Padahal beberapa bulan sebelumnya gue abis dari Singapore yaa, tapi yawdalahyaw demi nyokap. *wink*

Singkat cerita, gue booking tiket pesawat dan hotel. Air Asia untuk berangkat, dan Air France untuk pulang. Nah untuk hotel, it was tricky karena nyokap adalah muslim yang taat

(wait)

(emang gue ngga taat?)

(WAH LIHAT ADA GERHANA MATAHARI) 



(Oke skip),

Jadi gue perlu cari hotel dengan space cukup untuk beliau sholat, atau dengan mencari hotel di sekitar masjid. Tau sendiri hotel-hotel di Singapore mayoritas berukuran mini nan sempit. Allhamdulilah, Puji Tuhan, gue nemu hotel yang perfect (nanti akan gue review di postingan selanjutnya) namanya Hotel Boss. (I know it sounds... unique)

Hari pertama, gue ngajak nyokap maen di S.E.A Aquarium, letaknya di Sentosa Island dan sebelahan sama Universal Studio. Kita di sana mau nyelam terus nyerok ikan hiu buat dibakar bumbu BBQ. (Iya maaf aku anaknya suka garing)


Lack of photo quality . -_-

Kalo gue ditanya bagus mana sama Sea World Indonesia, jujur gue belum pernah ke situ meskipun lokasinya di Jakarta juga, beberapa temen gue yang baru dari sana pun bilang sekarang tempatnya kurang terawat, jadi ya.. hehe. 

Sebelumnya gue udah research mau ke mana aja buat ngajak nyokap di Singapore, tapi ya namanya cuma foto, gue sih liatnya lempeng-lempeng aja malah cenderung ragu, bagus apa ngga gitu kan aslinya. Beruntung, beberapa minggu sebelum gue ke Singapore, sepupu gue ke sana dan he said “Bagus banget kok” jadi daku mantapkan diri untuk berkunjung, tapi mengurungkan niat bawa pulang ikan untuk dimasak karena kayaknya ngga boleh sama petugas di sana.







Ternyata oh ternyata, tempatnya keren banget. Banget. Banget. Huge place, well maintain, reasonable price. Seinget gue harga masuknya sekitar $ 35, atau sekitar Rp. 350.000,- per-orang. Peraturan di dalem S.E.A Aquarium ini cuma ngga boleh membawa makanan dan minuman. Oh iya, kalo mau motret di dalem juga dilarang pake flash kamera, katanya sih bisa menggangu ikan-ikan. (KATANYA loh ya) (Gemes karena foto tanpa flash keliatan ngga jelas) (Belum ada teknologi kacamata item buat ikan sih) (Marsha kebanyakan protes). 

Niatnya mau upload beberapa video S.E.A Aquarium yang gue rekam pribadi di sini, tapi entah kenapa selalu failed, sepertinya ada masalah di browser gue. (CRY) Mungkin kalian ada yang tau kenapa? Karena seriusan deh, ada ikan yang.. aneh banget. Ugly like your soul. (Eh gimana). Meliuk-liuk sangar kaya pinggul Ricky Martin. Gue akan upload di akun Instagram gue @marshatiara buat kalian yang penasaran mau lihat, makanya rugi kalo ngga follow. (CIYE GITU) :D




Wednesday, January 6, 2016

First Timer Solo Trip (Part 2)

This one is a second part, just in case if you haven't read the previous one, kindly to click: First Timer Solo Trip (Part 1) 

If yesterday I couldn't sleep at all, that day 2 I woke up in a veryyyy tight sleep! YAY! So ready to jump up at Singapore!!

Chinatown, Orchard Road which is mostly they have malls similar to Jakarta, Clarke Quay, Little India, etc.

I walked from my hotel to MRT, but hell heavy rain fall and I did not bring my umbrella. I was stuck outside a building, I saw a girl smoked a cigarette and texting. What's so funny about this, I started to talk to her in English, and it turns out she's from Indonesia. :)) I asked her what she does for living, she said "I used to be a journalist, but my salary soooo tiny-miny I could not afford my own home" Damn. Ugly truth. It was the same experience that I had, that was the reason why I took Mass Communication/Journalist as a major in college but I did not apply as my job. Huhuhu. she added "now I work as a PR at this *she mentioned a name* company". AAAGAIIIINN exactly my-duplicate-work-history. Hahaha.

We talked much about our country and compared to Singapore, (yep sounds no apple-to-apple). "I can't stand the madness of traffic in Jakarta. Singapore did much better and the money is soooo good" She said. Well sure, no doubt. She added, "but you know Singapore is such a small country, and it's pretty boring since I already visit every hangout place in here. Jakarta is more fun, even surrounded by cool areas like Bandung, Puncak, Bogor. And bring to mind Jakarta has cheaper living expenses than Singapore." :') Finally. Good things about Jakarta.

Rained stop, I said good bye to her and thanked for such a lovely short conversation. Me continued to explore Singapore more.






Clarke Quay my fave



LOL I am really sorry for this unprofessional selfie





I thought I really need to buy an action camera that day (sure impulsive lady) without any research, I just went to the mall, and BANG, I bought one. I asked the nice seller to explain to me how to operate this camera. The stupid news: I took so many pictures and end up lost them because I DIDN'T KNOW if downloading some photos at same time to my cellphone could effecting an error. *CRY AGAIN* :(((




Chinatown



Oh! I forgot to mention, actually I reallllyyy want to have a cool Halloween party at Universal Studio Singapore, I heard they put a total horror nightmare for people, butttt since I'm all alone, nah, ain't gonna risk my life and die way too soon. *CRY CRY CRY* But hey, Clarke Quay has a cool Halloween atmosphere, tho and very near to my hotel.

9 PM, Halloween Party should be started!


Funny story, I met those Let-it-go-girls-or-boys accidentally in a crowd. All those people laughed reallll hard, driving my curious to took a peek what was going on, and.... I saw two creatures, cute pretty handsome creatures. They looked like did not know each other and met by coincidence. Ah, now I know why people laughing. :)))) 

Here other photos during Halloween in Clarke Quay, Singapore. 







Sunday, November 29, 2015

Resepsi Pernikahan Gue

Kali ini gue mau nulis soal pernikahan, (Yha I know harusnya gue nulis tulisan Singapore Trip Part 2 but hell I can't wait to write this issue) gue menggunakan bahasa Indonesia yang gue harapkan pesannya bisa sampe ke kalian, anggap aja gue teman kalian yang lagi gemez meletup-letup mau cerita.

Tulisan ini terinspirasi oleh pernikahan dari salah satu sahabat pacar gue, yang dengan budget kecil, tanpa wedding organizer, hanya dengan bantuan sahabat, kerabat dekat, dan beberapa teman, pernikahan ini terlaksana dengan 'hangat', intim, nyaman, dan sangat mengharukan. Iya, meskipun pada saat itu baru kali keduanya gue ketemu mempelai perempuan dan lelaki, yang berarti gue secara personal belum memiliki hubungan dekat dengan mereka, pun, dapat sangat terharu atas pernikahan tersebut. 

Singkat cerita, gue datang bersama pacar ke acara pernikahan tersebut dengan dresscode yang sebelumnya sudah ditetapkan oleh panitia, yaitu pakaian dengan warna hitam dan baju yang cenderung casual. Setelah gue nanya rinci soal gue-mesti-pake-baju-apa-stuff ke salah satu panitianya, dia cuma jawab "gue aja  pake sandal, kok, Sha."  emm.. okay.. Mungkin juga ini kali pertamanya gue datang ke pernikahan dengan konsep casual wedding, jadi gue takut salah kostum, khan~ (BRB buying Sandals Swallow. Not.)

Dan bener aja, lokasi pernikahannya outdoor dan sangat santai tapi tetep kece. Ngga kaku, tapi tetep nyaman. 

"Aku rasa nikah harusnya emang gini aja ngga, sih." cerita gue ke pacar, (bukan kode, or well.. maybe a bit.) Karena pernikahan di kota besar seperti Jakarta ini menurut gue ridiculously mahallll banget. Ini bukan bahas soal mampu atau tidaknya gue, atau siapapun calon suami gue untuk membiayai biaya pernikahan ratusan juta, nope at all. Untuk beberapa orang terdekat gue bakal tau bahwa gue tipe orang yang ngga masalah dengan biaya, ASAL apa yang gue dapat memang sepadan. ASAL gue bisa enjoy dan happy dengan uang tersebut. Mungkin terdengar egois.. bisa jadi. (LAH) (KAN EMANG PAKE DUIT GUE, EGO)

Ambil contoh, jika gue harus mengeluarkan uang IDR 300 juta, gue akan memilih untuk membeli mobil favorit gue yang nyaman, aman, dan dengan warna kesukaan gue. Gue bisa nikmatin saat gue pergi ke luar rumah pake mobil, gue happy. Sisanya bisa untuk investasi, jelas tujuannya masa depan biar gue ngga kere-kere amat nantinya. Gue untung. Atau, gue pake untuk jalan-jalan ke luar negeri, dan keliling Indonesia, astaga, pastinya gue girang happy bahagia senang ha ha ha. Tas? Jam tangan mahal? Sepatu? sebut.
Tapi untuk pesta pernikahan yang gue harus susah-susahan pake buntelan rambut di kepala gue, durasi waktu berjam-jam, dengan hal yang bikin gue stress mampus berbulan-bulan sebelumnya karena persiapan ini itu, plus orang-orang yang datang rame banget bikin pusing dan banyak yang ngga gue kenal, tapi gue harus senyum meringis tekuk lutut separo and answering "makasih ya.. makasih.. makasih lho.. Haloo makasih.." gitu terus sampe Edward Cullen baca kalimat Syahadat. Aduh.. Pengen nangis karena puyeng duluan.

Gue sampe bilang "kalo bisa budget nikah ngga perlu dialokasikan ke resepsi. Jadi abis KUA, langsung Belah Duren ke Maldives, terus lanjut Jepang, China, abis itu muterin Eropa". Awesome, kan? Bulan madu bikin lo happy, kalo mau pamer juga tinggal atur, bisa belajar banyak, pengalaman juga seru, otak jadi  fresh ngga liat Kopaja terus di Jakarta. 

(Tapi gue boleh laaaah cincin nikah berlian mahal gitu. Ihiy!) 

Atau ini masalah mental gue yang belum siap soal pernikahan? Maybe yes.. maybe no.. 

Tapi serius, buat gue pernikahan kan masih puuuuaaannnjanggggggg berpuluh-puluh tahunnnnnn bersamaaaaaa dengan masalah (dan jelas kebahagiaan) yang segudangggggggg. Jadi kenapa ngga simpen tenaga buat nanti aja daripada sekedar untuk resepsi?

Orang tua gue kebetulan punya sejarah pernikahan yang tidak berhasil. Mereka bercerai saat gue berumur sekitar 5 tahun. Mungkin dari dulu gue sering tahu hal-hal yang seharusnya gue belum tahu. Selain soal fakta-fakta pernikahan mereka yang tidak seindah cerita FTV, pernah suatu ketika gue mendengar curhatan dari seorang wanita berumur 40 tahun, yang baru ia ketahui bahwa suaminya memiliki anak hasil hubungan gelap bersama perempuan lain, istri dari anak buahnya. Ada juga teman perempuan yang menikah muda, berhijab Syar'i atas kemauan suami, namun ia baru tahu bahwa suaminya bukan seperti apa yang ia bayangkan, beberapa bulan kemudian bercerai dan kembali pergi ke pantai mengenakan bikini seksi. (Which is I don't mind and I don't care, but... It makes me think real hard about the concept of marriage)
Pernikahan tidak melulu amsyong, tapi juga tidak melulu sparkling

Kalo bahagianya, siapapun akan dengan mudah menerima, tidak perlu dibahas. Tapi susahnya? Masalahnya? Rintangannya? Biaya sekolah anak yang mahal? Tarif PLN yang naik? Mertua yang mungkin rese? Dll dll? 

Ya itu, sih, menurut pendapat gue pribadi.. yang mengambil kesimpulan bahwa nikah itu cuma perlu resepsi santai aja. Kalo pun meriah, gue usahakan orang-orang terdekat saja yang gue undang.

Lalu ada yang bilang ke gue, "tapi tujuannya resepsi gede-gedean kan biar ngga terjadi fitnah kalo nanti pergi berdua atau tinggal serumah, Sha." 

*sigh* 

Gue ngga masalah kalo harus difitnah zinah, selama di rumah gue punya buku nikah. Sumpah deh, bodo amat gue. Yang penting nyokap bokap gue tahu, keluarga suami gue tau, orang-orang terdekat gue tau dan pastinya TUHAN TAU MENNN kalo gue sudah sah di mata hukum, negara, sama agama. SISANYA SERAHHHH MAU GOSSIPIN GUE PAKE TOA MESJID JUGA ATUR. :))))) 

Kalo lo gimana? Punya pandangan lain ngga soal resepsi pernikahan? :D

Thursday, October 15, 2015

D.I.Y Wall Pattern

I just moved here into my new house, it means practically I have new spaces to play, to decorate as fun as I want because Mom believes her daughter has a good taste in everything. (LOL #hastag #SWAG) So, hell heaven-yeah! I got my mind blows only from imagine what kind of stuff I want to buy, furniture this and that. Now, will show ya guys one of my room side that I currently paint.

It takes a super huge huge huge effort, but only needs around 500K. You guys can absolutely do this at home and try by your self. 


Earlier



 Then..





And voila!!